Laman

Kamis, 30 November 2017

Rangkuman Sejarah Australia


Benua Australia terletak di sebelah timur Samudera Hindia dan di sebelah selatan Benua Asia. Sebelum kedatangan bangsa Eropa, Australia telah dihui oleh peduduk asli yang disebut sebagai ras Australoid. Mereka memiliki kulit berwarna cokelat, rambut ikal, tubuh banyak ditumbuhi bulu, dahi sempit, mulut lebar dan tinggi sekitar 5 kaki. Diperkirakan mereka berasal dari darata India yang terdesak oleh bangsa yang lebih kuat hingga akhirnya bermigrasi ke arah selatan menuju Australia sekitar 40.000 sampai 70.000 tahun yang lalu. Namun perkembangan peradaban mereka sangat lambat sehingga sejarah perkembangan Australia kemudian lebih banyak menceritakan tentang para pendatang dari Eropa sebagai tokoh utama.
            Orang-orang Eropa hingga abad 15 masih bayak berbeda pedapat mengenai bentuk bumi. Di satu sisi terdapat pihak yag meyakini teri bahwa bumi itu bulat dan di belahan bumi selatan terdapat sebuah benua yang bayak disebut sebagai Terra Australis Icogita. Namun, di sisi lain terdapat pihak yang menolak teori tersebut dan mengaggap bumi berbentuk rata. Pendapat yang terakhir ini berasal dari para agamawan.
            Rangkaian peristiwa di Eropa selama abad 15 dan abad 16 kemudian mendorong diadakanya pelayaran orang-orang Eropa menuju “Dunia Timur” untuk memperoleh keuntungan dari perdagangan rempah-rempah. Pelayaran ke Dunia Timur dipelopori oleh Cristopher Columbus dari Spanyol yang berlayar ke arah barat untuk mencapai pantai Asia timur sekaligus membuktikan tentang teori berbentuk bulat. Pelaut Spanyol selanjutnya adalah Magellan yang berhasil mencapai Filipina dengan melewati ujung selatan benua Amerika dan memasuki samudera Pasifik. Keberhasilan orang-orang Spanyol dan Portugis dalam membuka jalan ke “Dunia Timur” ini kemudian menjadi pembuka jalan bagi penemuan Australia.
            Selama tahun 1568- 1648, terjadi peperangan antara rakyat Belanda dengan Spanyol yang disebut sebagai perang 80 tahun. Akibat perang tersebut, Spanyol menutup pelabuhan Lisabon bagi kapal-kapal Belanda sehingga mendorong Belanda mencari pusat rempah-rempah lain. Pada 1606 Belanda mencapai Australia oleh William Jansz dalam tugasnya menyelidiki pantai selatan Irian berhasil mendarat di pantai barat semenanjaung York. Selanjutnya, pada tahun 1616 Dirk Hartog secara kebetulan mencapai pantai barat Australia dalam perjalanannya menuju pulau Jawa. Ia mendarat di pulau-pulau yang diberi nama Hartog’s Islands dan kemudian meninggalkan piring yang dipakukan pada tiang dan ditempatkannya pada pulau tersebut sebagai tanda. Pelayaran terakhir Belanda ke Australia dilakukan oleh Abel Tasman pada ekspedisi keduanya pada 1644. Ia berhasil memetakan sebagian besar pantai Australia dan hasil laporan perjalanannya menyatakan  bahwa New Holland( penyebutan Belanda terhadap Australia) merupakan daratan yang gersang sehingga mereka tidak berniat melakukan pendudukan disana.
            Pelaut Inggris yang pertama kali mendarat di Australia adalah William Dampier pada 1688 dan pada 1699. Namun pelayaran mereka tidak banyak menemukan banyak informasi yang berharga. Catatan Inggris tentang penemuan Australia baru dilanjutkan lagi pada 1770 ketika James Cook berhasil menemukan pantai timur Australia. Ia berhasil memecahkan misteri yang belum berhasil dipecahkan orang Belanda dan laporan perjalanannya kemudian mengubah persepsi mengenai benua tersebut. Atas pencapaiannya tersebut, ia kemudian dikenal sebagai Penemu Benua Australia.
            Dampak buruk dari revolusi industri di Eropa, terutama Inggris adalah dengan meningkatnya pengangguran yang berdampak pada kriminalitas. Untuk menegakkan hukum, pengadilan Inggris kemudian menerapkan hukuman berupa pembuangan para narapidana ke koloni-koloni Inggris di Amerika Utara. Pengiriman narapidana ke Amerika terhenti akibat adanya perang dengan rakyat di koloni Amerika. Bahkan pada 1783 Inggris terpaksa harus mengakui kemerdekaan bekas koloninya tersebut. Para penduduk koloni yang masih setia kepada Inggris atau yang dikenal sebagai “American Loyalist” kemudian memilih kembali ke Inggris. Keberadaan mereka di Inggris kemudian membuat masalah baru karena tidak tersedianya lapangan pekerjaan.
            Hal itu kemudian membuat Inggris terpaksa mencari tempat baru untuk menampung para narapidana tersebut. Pada 1779, Joseph Banks mengusulkan pada Parlemen agar menjadikan Botany Bay (New south Wales) sebagai koloni tempat pembuangan narapidana. Pendapat ini berdasarkan pertimbangan atas lokasinya yang jauh dengan Inggis membuatnya cocok sebagai tempat pembuangan serta kondisi tanahnya yang subur diharapkan membuat para penghuninya dapat hidup disana. Pada 1783, James Maria Marta menyarankan agar para American Loyalist dikirinkan untuk menghni Botany Bay untuk meringankan beban mereka. Kabinet William Pitpada 1786 akhirnya setuju untuk membuka koloni bagi narapidana. Namun juga ada teori bahwa pembukaan koloni di Australia didasari motif yang lebih besar. Australia merupakan tempat singgah dan pangkalan kapal dagang Inggris yang melintasi Samudera Pasifik dan Hindia yang juga disebut sebagai Naval Suplies Theory.
            Rombongan pertama terdiri dari 11 kapal yang dipimpin oleh Arthur Phillip yang juga menjadi gubernur pertama koloni tersebut. Mereka berhasil mencapai Botany Bay namun karena dirasa kurang memenuhi syarat sehingga mereka pindah ke tempat yang kemudian dikenal sebagai  Sydney. Mereka mendaratkan seluruh rombongannya pada 26 januari 1788 yang sekaligus tanggal itu diperingati sebagai Hari Nasional Australia. Rombongan ini merupakan masyarakat pertama Australia yang pada saat itu masih dikenal sebagai New South Wales dengan jumlah sekitar seribu orang yang terdiri dari 769 narapidana dan sisanya terdiri dari Angkatan Laut, gubernur serta stafnya. Phillip sebagai gubernur pertama New South Wales melakukan banyak kerja keras dalam usahaya membangun koloni tersebut. Namun ia mengalami banyak kesulitan karena mayoritas rombongan yang ia bawa adalah narapidana dan kurang memiliki kecakapan dalam bekerja sehingga pada tahun-tahun pertama pemerintahannya tidak mengalami perkembangan yang berarti. Ia akhirnya minta untuk berhenti dari jabatannya dengan alasan penyait perut kronis dan kembali ke Inggris pada desember 1972. Atas jasanya, ia dikenal sebagai peletak dasar sosio-budaya eropa pertama di Australia.
            Gubernur pengganti Phillip, Hunter baru tiba di Australia tahun 1795. Dalam selang waktu tersebut, dibentuk pasukan khusus New South Wales Corps yang dipimpin oleh Mayor Francis Grose sebagai Letnan Gubernur. Ia mengeluarkan keputusan untuk menghadiahkan tanah kepada para perwira dan membuat narapidana untuk dipekerjakan pada tanah-tanah tersebut. Ia juga mendorong monopoli perdagangan oleh para perwira Corps dengan membeli barang-barang dari kapal yang singgah di New Sout Wales sehingga kekayaan hanya menumpuk pada para perwira Corps. Para Gubernur setelah Philip memiliki posisi yang lemah dan kurang mendapat dukungan sehingga pemerintahan lebih didominasi oleh para Perwira New South Wales Corps.
            Pada masa itu terdapat tenaga kerja koloni yaitu narapidana yang dihukum harus bekerja pada proyek-proyek pemerintahan tanpa dibayar, namun diperbolehkan menawarkan tenaganya untuk dibayar diluar jam kerja. Kedua adalah narapidana yang dipinjamkan kepada penduduk bebas, yang mendapat upah dan menjadi tanggung jawab majikan. Ketika adalah tenaga kerja bayaran yang berasal dari penduduk bebas. Pada masa itu timbul perdagangan rum yang sangat menggila, bahkan rum juga berfungsi sebagai alat penukar seperti uang karena masyarakat disana yang sangat menggemarinya.
            Gubernur selanjutnya adalah Lachlan Macquarie yang berasal dari Angkatan Darat dan datang bersama pasukannya pada 1809. Ia menghimbau kepada anggota NSW Corps agar mau dipulangkan ke Inggris atau sebagai gantinya harus melepaskan dinas militernya. Ia merancang agar dibangun gedung peradilan, gereja dan sekolah di setiap kotapraja. Ia juga melakukan banyak eksplorasi ke arah pedalaman dan berhasil menyebarangi pegunungan Blue Mountain hingga menemukan ladang dibalik pegunungan tersebut. Dengan penemuan itu membuat bidang peternakan berkembang dengan pesat. Ia berpendapat bahwa semua golongan baik penduduk bebas, bekas narapidana(emancipists) dan narapidana(convicts) memiliki hak yang sama. Untuk itu ia sering mengundang emancipits untuk makan bersamanya bahkan ia mengangkat beberapa emancipists untuk menduduki pemerintahan. Kebijakannya ini di satu sisi mengundang rasa tidak senang dari golongan penduduk bebas yang tidak mau hak mereka disamakan dengan para emancipists.
            Koloni Tasmania mulai berkembang dari daerah sungai Darwent yang berpusat di Hobart dan di Port Dalrymple yang masing-masing dipimpin letnan gubernur yang mewakili New South Wales. Sejak 1813, kedua daerah ini ditempatkan dibawah seorang letnan gubernur dengan Kolonel Davey debagai letnan gubernur pertama. Namun pada 1817, ia kemudian diganti oleh Kolonel William Sorell karena sikapnya yang kurang disiplin. Pada masa pemerintahannya, dibuka “penjara khusus” di Macquarie Harbour yang membuat meningkatnya jumlah narapidana yang dikirim ke Tasmania. Pada 1825, Tasmania dipisahkan dari New South Wales dan Kolonel George Arthur menjadi gubernur pertama Tasmania. Kemudian dibentuk Legislative Council yang anggotanya berjumlah 7 orang dan dibentuk pula Executive Council sebagai penasehat gubernur. Tahun 1852, Tasmania mulai melakukan pemerintahan sendiri dan mengubah nama aslinya dari Diemen’s Island.
            Sepanjang sejarahnya sebagai convicts settlement, Tasmania dipenuhi dengan berbagai kekerasan. Tasmania dianggap sebagai tempat penampungan narapidana yang paling buruk. Para narapidana sering kali mendapat perlakuan buruk dan mendapatkan hukuman yang berat ketika melakukan kesalahan. Banyak dari narapidana yang kemudian melarikan diri dan menjadi perampok yang sering melakukan tindakan brutal kepada penduduk. Sebaliknya, pemerintah juga mempersenjatai penduduk untuk mengusir para perampok tersebut. Kekerasan lain dilakukan oleh pendudduk kulit putih terhadap para penduduk asli yang berakibat pada punahnya para penduduk asli Tasmania. 
 Koloni Queensland telah dihuni sejak 1824. Pada 1823, John Oxley berhasil menemukan daerah untuk dihuni di Morento Bay. Setahun kemudian dibuka koloni untuk narapidana, namun karena adanya penolakan sehingga kemudian tempat ini dibuka untuk umum. Dalam perkembangannya, penduduk di Queensland berniat untuk melepaskan diri dari New South Wales. Keinginan ini dikabulkan pemerintah Inggris sehingga mulai 1859 Queensland berhak mengatur pemerintahan sendiri. Keadaan alam Qeensland mendukung dalam pengembangan ternak dan pertanian yang kebanyakan diusahakan pada produksi tebu dan kapas. Kerana keterbatasan biaya dan kebutuhan buruh yang tinggi, maka para pengusaha kemudiaan tenaga kerja kanakas yang dibawa dari penduduk asli pulau-pulau pasifik. Hal tersebut kemudian menimbulkan sebuah dilema karena prakteknya menjadi semacam perbudakan terselubung. Pemerintah Queensland juga berusaha menduduki Irian Timur dengan pertimbangan keamanan. Meskipun awalnya permintaan itu ditolak pemerintah Inggris, pada 1883 pemerintah Queensland bertindak menduduki Irian Timur dan sethun kemudian klaim tersebut dikuatkan dengan pengakuan pemerintah Inggris atas Irian Timur.
Australia Barat dibentuk pada 1829 oleh Thomas Peel atas ide dari James Stirling. Awalnya rombongan itu menempati daerah Fremantle namun kemudian pindah ke sebelah utara yang diberi nama Perth. Koloni ini mengalami masalah pada ketersediaan tanah pertanian yang baik. Selain itu, mereka juga mengalami kekurangan dalam tenaga kerja pertanian karena para imigran lebih suka menjadi spekulan dari pada menjadi petani. Sehingga pada 1850 hingga 1868 dilakukan transportasi narapidana ke Australia Barat sebagai pekerja. Australia Barat menjadi koloni yang paling terakhir melakukan pemerintahan sendiri sejak 1890.
Australia Selatan didirikan atas teori yang dikemukakan Wakefield yang memotong area seluas 300.000 mil persegi dari wilayah New South Wales. Rombongan pertama tiba pada 1836 yang kemudian menetap di Adelaide dengan Kapten Hindmarsh sebagai gubernur pertamanya. Awalnya terjadi dualisme kepemimpinan antara Gubernur dan Dewan Komisaris yang kemudian diselesaikan Pemerintah Inggris denagn mengangkat Gubernur Baru yaitu Gawler. Pada 1840 koloni ini hampir bangkrut karena pertanian tidak berjalan sebagaimana mestinya hingga akhirnya ditemukan pertambangan tembaga di Kapunda pada 1842.Australia Selatan  mulai menyusun pemerintahan sendiri pada 1853 namun secara efektif baru berlaku sejak 1856.
Koloni Victoria awalnya disebut Distrik port Phillip. Orang Eropa pertama yang menetap di kawasan ini adalah Henty bersaudara pada 1834. Pendudukan daerah ini awalnya merupakan murni dari kemauan para kolonis tanpa adanya persetujuan pemerintah. Bahkan mereka tidak menghiraukan larangan pemerintah untuk bermukim di tempat tersebut. Penduduk di Port Phillip merasa terlalu jauh dengan pemerintahan yang berpusat di Sydney sehingga meminta untuk melepaskan diri dari New South wales. Tahun 1850, Porth Phillip dipisahkan dari New South Wales dan namanya diubah menjadi Victoria.

sumber: Siboro, J, 1989, Sejarah Australia, Bandung: Penerbit Tarsito