Benua Australia
terletak di sebelah timur Samudera Hindia dan di sebelah selatan Benua Asia.
Sebelum kedatangan bangsa Eropa, Australia telah dihui oleh peduduk asli yang
disebut sebagai ras Australoid. Mereka memiliki kulit berwarna cokelat, rambut
ikal, tubuh banyak ditumbuhi bulu, dahi sempit, mulut lebar dan tinggi sekitar
5 kaki. Diperkirakan mereka berasal dari darata India yang terdesak oleh bangsa
yang lebih kuat hingga akhirnya bermigrasi ke arah selatan menuju Australia
sekitar 40.000 sampai 70.000 tahun yang lalu. Namun perkembangan peradaban
mereka sangat lambat sehingga sejarah perkembangan Australia kemudian lebih
banyak menceritakan tentang para pendatang dari Eropa sebagai tokoh utama.
Orang-orang Eropa hingga abad 15 masih bayak berbeda
pedapat mengenai bentuk bumi. Di satu sisi terdapat pihak yag meyakini teri
bahwa bumi itu bulat dan di belahan bumi selatan terdapat sebuah benua yang
bayak disebut sebagai Terra Australis
Icogita. Namun, di sisi lain terdapat pihak yang menolak teori tersebut dan
mengaggap bumi berbentuk rata. Pendapat yang terakhir ini berasal dari para
agamawan.
Rangkaian peristiwa di Eropa selama abad 15 dan abad 16
kemudian mendorong diadakanya pelayaran orang-orang Eropa menuju “Dunia Timur”
untuk memperoleh keuntungan dari perdagangan rempah-rempah. Pelayaran ke Dunia
Timur dipelopori oleh Cristopher Columbus dari Spanyol yang berlayar ke arah
barat untuk mencapai pantai Asia timur sekaligus membuktikan tentang teori
berbentuk bulat. Pelaut Spanyol selanjutnya adalah Magellan yang berhasil
mencapai Filipina dengan melewati ujung selatan benua Amerika dan memasuki
samudera Pasifik. Keberhasilan orang-orang Spanyol dan Portugis dalam membuka
jalan ke “Dunia Timur” ini kemudian menjadi pembuka jalan bagi penemuan
Australia.
Selama tahun 1568- 1648, terjadi peperangan antara rakyat
Belanda dengan Spanyol yang disebut sebagai perang 80 tahun. Akibat perang
tersebut, Spanyol menutup pelabuhan Lisabon bagi kapal-kapal Belanda sehingga
mendorong Belanda mencari pusat rempah-rempah lain. Pada 1606 Belanda mencapai
Australia oleh William Jansz dalam tugasnya menyelidiki pantai selatan Irian
berhasil mendarat di pantai barat semenanjaung York. Selanjutnya, pada tahun
1616 Dirk Hartog secara kebetulan mencapai pantai barat Australia dalam
perjalanannya menuju pulau Jawa. Ia mendarat di pulau-pulau yang diberi nama
Hartog’s Islands dan kemudian meninggalkan piring yang dipakukan pada tiang dan
ditempatkannya pada pulau tersebut sebagai tanda. Pelayaran terakhir Belanda ke
Australia dilakukan oleh Abel Tasman pada ekspedisi keduanya pada 1644. Ia
berhasil memetakan sebagian besar pantai Australia dan hasil laporan
perjalanannya menyatakan bahwa New Holland( penyebutan Belanda terhadap
Australia) merupakan daratan yang gersang sehingga mereka tidak berniat
melakukan pendudukan disana.
Pelaut Inggris yang pertama kali mendarat di Australia
adalah William Dampier pada 1688 dan pada 1699. Namun pelayaran mereka tidak
banyak menemukan banyak informasi yang berharga. Catatan Inggris tentang
penemuan Australia baru dilanjutkan lagi pada 1770 ketika James Cook berhasil
menemukan pantai timur Australia. Ia berhasil memecahkan misteri yang belum
berhasil dipecahkan orang Belanda dan laporan perjalanannya kemudian mengubah
persepsi mengenai benua tersebut. Atas pencapaiannya tersebut, ia kemudian
dikenal sebagai Penemu Benua Australia.
Dampak buruk dari revolusi industri di Eropa, terutama Inggris
adalah dengan meningkatnya pengangguran yang berdampak pada kriminalitas. Untuk
menegakkan hukum, pengadilan Inggris kemudian menerapkan hukuman berupa
pembuangan para narapidana ke koloni-koloni Inggris di Amerika Utara.
Pengiriman narapidana ke Amerika terhenti akibat adanya perang dengan rakyat di
koloni Amerika. Bahkan pada 1783 Inggris terpaksa harus mengakui kemerdekaan
bekas koloninya tersebut. Para penduduk koloni yang masih setia kepada Inggris
atau yang dikenal sebagai “American Loyalist” kemudian memilih kembali ke
Inggris. Keberadaan mereka di Inggris kemudian membuat masalah baru karena
tidak tersedianya lapangan pekerjaan.
Hal itu kemudian membuat Inggris terpaksa mencari tempat
baru untuk menampung para narapidana tersebut. Pada 1779, Joseph Banks
mengusulkan pada Parlemen agar menjadikan Botany Bay (New south Wales) sebagai
koloni tempat pembuangan narapidana. Pendapat ini berdasarkan pertimbangan atas
lokasinya yang jauh dengan Inggis membuatnya cocok sebagai tempat pembuangan
serta kondisi tanahnya yang subur diharapkan membuat para penghuninya dapat
hidup disana. Pada 1783, James Maria Marta menyarankan agar para American
Loyalist dikirinkan untuk menghni Botany Bay untuk meringankan beban mereka. Kabinet
William Pitpada 1786 akhirnya setuju untuk membuka koloni bagi narapidana. Namun
juga ada teori bahwa pembukaan koloni di Australia didasari motif yang lebih
besar. Australia merupakan tempat singgah dan pangkalan kapal dagang Inggris
yang melintasi Samudera Pasifik dan Hindia yang juga disebut sebagai Naval
Suplies Theory.
Rombongan pertama terdiri dari 11 kapal yang dipimpin
oleh Arthur Phillip yang juga menjadi gubernur pertama koloni tersebut. Mereka
berhasil mencapai Botany Bay namun karena dirasa kurang memenuhi syarat
sehingga mereka pindah ke tempat yang kemudian dikenal sebagai Sydney. Mereka mendaratkan seluruh
rombongannya pada 26 januari 1788 yang sekaligus tanggal itu diperingati
sebagai Hari Nasional Australia. Rombongan ini merupakan masyarakat pertama
Australia yang pada saat itu masih dikenal sebagai New South Wales dengan
jumlah sekitar seribu orang yang terdiri dari 769 narapidana dan sisanya
terdiri dari Angkatan Laut, gubernur serta stafnya. Phillip sebagai gubernur
pertama New South Wales melakukan banyak kerja keras dalam usahaya membangun
koloni tersebut. Namun ia mengalami banyak kesulitan karena mayoritas rombongan
yang ia bawa adalah narapidana dan kurang memiliki kecakapan dalam bekerja
sehingga pada tahun-tahun pertama pemerintahannya tidak mengalami perkembangan
yang berarti. Ia akhirnya minta untuk berhenti dari jabatannya dengan alasan
penyait perut kronis dan kembali ke Inggris pada desember 1972. Atas jasanya,
ia dikenal sebagai peletak dasar sosio-budaya eropa pertama di Australia.
Gubernur pengganti Phillip, Hunter baru tiba di Australia
tahun 1795. Dalam selang waktu tersebut, dibentuk pasukan khusus New South
Wales Corps yang dipimpin oleh Mayor Francis Grose sebagai Letnan Gubernur. Ia
mengeluarkan keputusan untuk menghadiahkan tanah kepada para perwira dan
membuat narapidana untuk dipekerjakan pada tanah-tanah tersebut. Ia juga
mendorong monopoli perdagangan oleh para perwira Corps dengan membeli
barang-barang dari kapal yang singgah di New Sout Wales sehingga kekayaan hanya
menumpuk pada para perwira Corps. Para Gubernur setelah Philip memiliki posisi
yang lemah dan kurang mendapat dukungan sehingga pemerintahan lebih didominasi
oleh para Perwira New South Wales Corps.
Pada masa itu terdapat tenaga kerja koloni yaitu
narapidana yang dihukum harus bekerja pada proyek-proyek pemerintahan tanpa dibayar,
namun diperbolehkan menawarkan tenaganya untuk dibayar diluar jam kerja. Kedua
adalah narapidana yang dipinjamkan kepada penduduk bebas, yang mendapat upah
dan menjadi tanggung jawab majikan. Ketika adalah tenaga kerja bayaran yang
berasal dari penduduk bebas. Pada masa itu timbul perdagangan rum yang sangat
menggila, bahkan rum juga berfungsi sebagai alat penukar seperti uang karena
masyarakat disana yang sangat menggemarinya.
Gubernur selanjutnya adalah Lachlan Macquarie yang
berasal dari Angkatan Darat dan datang bersama pasukannya pada 1809. Ia
menghimbau kepada anggota NSW Corps agar mau dipulangkan ke Inggris atau
sebagai gantinya harus melepaskan dinas militernya. Ia merancang agar dibangun
gedung peradilan, gereja dan sekolah di setiap kotapraja. Ia juga melakukan
banyak eksplorasi ke arah pedalaman dan berhasil menyebarangi pegunungan Blue
Mountain hingga menemukan ladang dibalik pegunungan tersebut. Dengan penemuan
itu membuat bidang peternakan berkembang dengan pesat. Ia berpendapat bahwa
semua golongan baik penduduk bebas, bekas narapidana(emancipists) dan narapidana(convicts)
memiliki hak yang sama. Untuk itu ia sering mengundang emancipits untuk makan bersamanya bahkan ia mengangkat beberapa emancipists untuk menduduki
pemerintahan. Kebijakannya ini di satu sisi mengundang rasa tidak senang dari
golongan penduduk bebas yang tidak mau hak mereka disamakan dengan para emancipists.
Koloni Tasmania mulai berkembang dari daerah sungai
Darwent yang berpusat di Hobart dan di Port Dalrymple yang masing-masing
dipimpin letnan gubernur yang mewakili New South Wales. Sejak 1813, kedua
daerah ini ditempatkan dibawah seorang letnan gubernur dengan Kolonel Davey
debagai letnan gubernur pertama. Namun pada 1817, ia kemudian diganti oleh
Kolonel William Sorell karena sikapnya yang kurang disiplin. Pada masa
pemerintahannya, dibuka “penjara khusus” di Macquarie Harbour yang membuat
meningkatnya jumlah narapidana yang dikirim ke Tasmania. Pada 1825, Tasmania
dipisahkan dari New South Wales dan Kolonel George Arthur menjadi gubernur
pertama Tasmania. Kemudian dibentuk Legislative Council yang anggotanya
berjumlah 7 orang dan dibentuk pula Executive Council sebagai penasehat
gubernur. Tahun 1852, Tasmania mulai melakukan pemerintahan sendiri dan
mengubah nama aslinya dari Diemen’s Island.
Sepanjang sejarahnya sebagai convicts settlement, Tasmania dipenuhi dengan berbagai kekerasan.
Tasmania dianggap sebagai tempat penampungan narapidana yang paling buruk. Para
narapidana sering kali mendapat perlakuan buruk dan mendapatkan hukuman yang
berat ketika melakukan kesalahan. Banyak dari narapidana yang kemudian
melarikan diri dan menjadi perampok yang sering melakukan tindakan brutal
kepada penduduk. Sebaliknya, pemerintah juga mempersenjatai penduduk untuk
mengusir para perampok tersebut. Kekerasan lain dilakukan oleh pendudduk kulit
putih terhadap para penduduk asli yang berakibat pada punahnya para penduduk
asli Tasmania.
Koloni Queensland telah dihuni sejak 1824.
Pada 1823, John Oxley berhasil menemukan daerah untuk dihuni di Morento Bay. Setahun
kemudian dibuka koloni untuk narapidana, namun karena adanya penolakan sehingga
kemudian tempat ini dibuka untuk umum. Dalam perkembangannya, penduduk di
Queensland berniat untuk melepaskan diri dari New South Wales. Keinginan ini
dikabulkan pemerintah Inggris sehingga mulai 1859 Queensland berhak mengatur
pemerintahan sendiri. Keadaan alam Qeensland mendukung dalam pengembangan
ternak dan pertanian yang kebanyakan diusahakan pada produksi tebu dan kapas. Kerana
keterbatasan biaya dan kebutuhan buruh yang tinggi, maka para pengusaha
kemudiaan tenaga kerja kanakas yang
dibawa dari penduduk asli pulau-pulau pasifik. Hal tersebut kemudian
menimbulkan sebuah dilema karena prakteknya menjadi semacam perbudakan
terselubung. Pemerintah Queensland juga berusaha menduduki Irian Timur dengan
pertimbangan keamanan. Meskipun awalnya permintaan itu ditolak pemerintah
Inggris, pada 1883 pemerintah Queensland bertindak menduduki Irian Timur dan
sethun kemudian klaim tersebut dikuatkan dengan pengakuan pemerintah Inggris
atas Irian Timur.
Australia
Barat dibentuk pada 1829 oleh Thomas Peel atas ide dari James Stirling. Awalnya
rombongan itu menempati daerah Fremantle namun kemudian pindah ke sebelah utara
yang diberi nama Perth. Koloni ini mengalami masalah pada ketersediaan tanah
pertanian yang baik. Selain itu, mereka juga mengalami kekurangan dalam tenaga
kerja pertanian karena para imigran lebih suka menjadi spekulan dari pada
menjadi petani. Sehingga pada 1850 hingga 1868 dilakukan transportasi
narapidana ke Australia Barat sebagai pekerja. Australia Barat menjadi koloni
yang paling terakhir melakukan pemerintahan sendiri sejak 1890.
Australia
Selatan didirikan atas teori yang dikemukakan Wakefield yang memotong area
seluas 300.000 mil persegi dari wilayah New South Wales. Rombongan pertama tiba
pada 1836 yang kemudian menetap di Adelaide dengan Kapten Hindmarsh sebagai
gubernur pertamanya. Awalnya terjadi dualisme kepemimpinan antara Gubernur dan
Dewan Komisaris yang kemudian diselesaikan Pemerintah Inggris denagn mengangkat
Gubernur Baru yaitu Gawler. Pada 1840
koloni ini hampir bangkrut karena pertanian tidak berjalan sebagaimana mestinya
hingga akhirnya ditemukan pertambangan tembaga di Kapunda pada 1842.Australia
Selatan mulai menyusun pemerintahan
sendiri pada 1853 namun secara efektif baru berlaku sejak 1856.
Koloni Victoria awalnya
disebut Distrik port Phillip. Orang Eropa pertama yang menetap di kawasan ini
adalah Henty bersaudara pada 1834. Pendudukan daerah ini awalnya merupakan
murni dari kemauan para kolonis tanpa adanya persetujuan pemerintah. Bahkan
mereka tidak menghiraukan larangan pemerintah untuk bermukim di tempat
tersebut. Penduduk di Port Phillip merasa terlalu jauh dengan pemerintahan yang
berpusat di Sydney sehingga meminta untuk melepaskan diri dari New South wales.
Tahun 1850, Porth Phillip dipisahkan dari New South Wales dan namanya diubah
menjadi Victoria.sumber: Siboro, J, 1989, Sejarah Australia, Bandung: Penerbit Tarsito